Menengok Suasana UM UGM CBT 2026 di Perpustakaan FK-KMK: Steril, Tertib, dan Dipantau Ketat

YOGYAKARTA – Suasana khidmat dan penuh konsentrasi menyelimuti Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM pekan ini. Ruang CBT A, B, dan C yang biasanya riuh oleh aktivitas diskusi mahasiswa, kini tengah bertransformasi menjadi lokasi ujian bagi ratusan calon mahasiswa baru yang mengikuti Ujian Mandiri UGM berbasis Computer Based Test (UM UGM CBT) 2026.

Ujian seleksi yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 8 Juni 2026 ini kembali menunjuk Perpustakaan FK-KMK UGM sebagai salah satu lokasi ujian CBT. Dengan kapasitas mencapai 200 komputer per sesi, fasilitas laboratorium komputer di perpustakaan ini menampung hingga 400 peserta setiap harinya yang terbagi ke dalam dua sesi ujian. Mereka adalah para lulusan SMA/SMK sederajat serta Paket C tahun 2024–2026 yang sedang berjuang memperebutkan kursi program Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4) UGM.

Sebagai lokasi yang ditempati, Perpustakaan FK-KMK UGM menyuguhkan atmosfer ruang yang tenang dan nyaman bagi para peserta. Sementara itu, seluruh kesiapan teknis di lapangan dikawal ketat oleh Panitia Pusat UM UGM CBT.

Sejak hari pertama, panitia terus memastikan seluruh infrastruktur komputer berfungsi optimal, jaringan internet tetap stabil, dan sistem kelistrikan cadangan siap siaga tanpa interupsi. Sinergi ini memastikan jalannya ujian minim dari kendala teknis yang berarti.

“Selama pelaksanaan UM UGM 2026 ini seluruh layanan fisik Perpustakaan FK-KMK UGM dialihkan untuk sementara waktu demi mendukung sterilisasi kawasan ujian. Mahasiswa, dosen, dan peneliti tetap dapat mengakses sirkulasi literatur, jurnal ilmiah, serta layanan administrasi secara daring (online) melalui portal resmi perpustakaan. ,” ujar Sukirno, Koordinator Perpustakaan FK-KMK UGM saat diminta tanggapannya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ketatnya sistem pengamanan yang diterapkan oleh petugas panitia langsung terasa sebelum peserta menginjakkan kaki di ruang ujian. Untuk menjaga integritas dan keadilan seleksi, panitia menerapkan prosedur sterilisasi berlapis. Satu per satu peserta yang datang diwajibkan menitipkan seluruh barang pribadi dan perangkat elektronik. Petugas panitia kemudian melakukan verifikasi identitas fisik secara jeli, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan keamanan menggunakan metal detector serta body search guna mengantisipasi segala bentuk kecurangan.

Bagi para peserta di sesi-sesi berikutnya yang mendapat jadwal ujian di lokasi ini, panitia kembali mengingatkan untuk tetap hadir 60 menit lebih awal. Kelengkapan dokumen cetak seperti kartu tes, kartu identitas berfoto, serta ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL) harus sudah siap di tangan agar proses pemeriksaan di gerbang sterilisasi berjalan cepat dan lancar.

Berita Terkait