Programmatic Assessment dalam Pendidikan Berbasis Outcome/Outcome-Based Education (OBE): Konsep dan Petunjuk Pelaksanaan bagi Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan

Judul Programmatic Assessment dalam Pendidikan Berbasis Outcome/Out Come-Based Education (OBE):
Konsep dan Petunjuk Pelaksanaan bagi Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan
Edisi/Tahun – / 2025
Pengarang Mora Claramita , Nur Afraini Syah, Tri Nur Kristina  (editor)
ISBN 9786233596411
Penerbit Gadjah Mada University Press

 

Kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia mengacu pada outcome-based education/OBE atau kurikulum berbasis capaian pembelajaran. Konsekuensi OBE adalah evaluasi belajar yang seharusnya juga didasarkan atas capaian pembelajaran atau evaluasi belajar berbasis luaran/outcome-based assessment (OBA). Pada umumnya, pendidikan dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia telah menerapkan sebagian dari OBA dengan cara melakukan berbagai jenis asesmen selama proses pendidikan mahasiswa. Namun, pada kenyataannya, sebuah ujian nasional kemudian menjadi satu-satunya penentu kelulusan. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip OBA.

OBA memerlukan banyak data dan triangulasi data dari berbagai jenis asesmen untuk memberikan gambaran yang menyeluruh atas penguasaan kompetensi peserta didik. Kelemahan dari satu kali pengambilan data asesmen cross-sectional adalah: tidak sahih dan andal dalam menggambarkan penguasaan kompetensi kompleks, retensi pengetahuan tidak bertahan lama dan mudah dilupakan segera setelah ujian selesai, menimbulkan kecemasan yang tidak perlu, serta cenderung mengabaikan proses belajar dan berbagai jenis asesmen yang sudah ditempuh bertahun-tahun.

Buku ini menjelaskan tentang perubahan paradigma menuju pelaksanaan OBA-OBE di Indonesia, menggunakan prinsip Programmatic Assessment. Dalam Programmatic Assessment proses belajar dan asesmen tidak terpisah, sesuai yang dijelaskan dalam 5 komponennya, yaitu:

(1) pentingnya variasi jenis pembelajaran

(2) pentingnya variasi jenis asesmen; yang disertai umpan balik yang menstimulasi refleksi kepada peserta didik,

(3) pembimbingan karakter/mentorship yang didasarkan pada proses dan evaluasi belajar pada poin 1 dan 2,

(4) informasi dan umpan balik intermediat atas penguasaan kompetensi mahasiswa di tengah proses pendidikannya, dan

(5) evaluasi final, sebagai pengambilan keputusan atas penguasaan kompetensi dengan mempertimbangkan keseluruhan rekam jejak belajar mahasiswa.

Tujuan dari Programmatic Assessment adalah menuntun dan membimbing mahasiswa menjadi pembelajar mandiri dengan kemampuan belajar sepanjang hayat.  Perubahan paradigma dari “assessment of (previous) learning” menjadi “assessment for (further) learning” membutuhkan pemahaman dan persiapan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan yang adekuat. Buku ini memberikan konsep dan petunjuk pelaksanaan menuju OBA dalam mewujudkan pendidikan berbasis capaian pembelajaran yang dapat direfleksikan pada jenis pendidikan lainnya di Indonesia.